bok bas refek 8 inc elsound
"Badan" atau pukulan utama dut kendang dangdut biasanya berada di rentang:
80–120 Hz → badan utama pukulan "DUT"
60–80 Hz → memberi kesan lebih dalam dan gemuk
120–200 Hz → menambah kesan pukulan dan "nendang" di dada
2–5 kHz → bunyi "tak", "tek", atau serangan stik/jari pada kendang
Kalau yang dicari suara:
Dut dangdut koplo yang bulat dan empuk → fokus 70–100 Hz.
Dut yang keras dan menghentak → fokus 90–120 Hz ditambah sedikit 150 Hz.
Dut yang terasa di dada/teras rumah → kombinasi 80–120 Hz dan 120–180 Hz.
Untuk sistem subwoofer rumahan yang sering kita bahas, tuning box sekitar 45–55 Hz biasanya menghasilkan bass bawah yang enak, tetapi suara "dut kendang" justru lebih banyak muncul di 80–120 Hz. Jadi kalau box terlalu fokus ke 35–45 Hz, bass memang dalam, tetapi pukulan kendangnya bisa terasa kurang keluar.
Karena Anda sering membuat box untuk ACR 15600, jika targetnya bass dangdut yang bulat dan bertenaga, saya biasanya mengejar respons yang masih kuat di sekitar 90 Hz sambil tetap memiliki ekstensi ke 50 Hz. Itulah sebabnya banyak box dangdut rumahan dan audio mobil terasa lebih "dut" dibanding box sub yang dituning terlalu rendah.
Sebagai gambaran sederhana:
40 Hz = getaran bass bawah
50 Hz = bass dalam
63 Hz = bass gemuk
80 Hz = awal badan kendang
100 Hz = pusat suara DUT
125 Hz = pukulan dada
160 Hz = hentakan
Kalau Anda sedang menyetel box Embassy 844 untuk ACR 15600, target karakter yang Anda bilang sebelumnya ("bass bulat bertenaga untuk rumahan") biasanya paling enak bila area 80–100 Hz tidak turun terlalu jauh dibanding area 50–63 Hz.
Kalau kick drum, frekuensinya sedikit berbeda dengan kendang dangdut.
Umumnya:
40–60 Hz → sub-bass, getaran paling bawah
60–80 Hz → badan kick yang tebal dan dalam
80–100 Hz → pukulan utama kick (thump)
100–150 Hz → menambah kesan nendang
2–4 kHz → bunyi "klik" atau serangan beater pada membran
4–8 kHz → detail dan definisi pukulan
Untuk beberapa genre:
Genre
Frekuensi utama kick
Dangdut/Koplo
70–100 Hz
Pop
60–90 Hz
Rock
60–80 Hz
EDM
50–80 Hz
DJ Remix
45–70 Hz
Jadi perbedaannya:
Kendang dangdut "DUT" biasanya dominan 80–120 Hz.
Kick drum biasanya dominan 60–90 Hz.
Kalau Anda mendengarkan lagu dangdut koplo, sering kali suara yang terasa "dug" berasal dari kick drum sekitar 60–80 Hz, sedangkan suara "dut" dari kendang berada di 80–120 Hz. Keduanya saling melengkapi.
Untuk box subwoofer yang sedang Anda optimalkan, jika respons kuat di 60–100 Hz, biasanya kick drum dan kendang sama-sama terasa hidup. Kalau box terlalu fokus di bawah 50 Hz, kick dan kendang bisa terasa kurang "nendang" meskipun bass bawahnya besar.
Untuk speaker Embassy 844 bok apa yg cocok biar kick drum dan dut kendang terdengar jelas?
Untuk karakter yang Anda cari (kick drum jelas + dut kendang terasa bulat dan nendang), saya justru tidak akan mengejar tuning terlalu rendah.
Speaker Embassy 844 (15 inci) umumnya lebih mudah menghasilkan energi di rentang 60–120 Hz dibanding bass sangat rendah 30–40 Hz. Jadi box yang cocok adalah box yang memberikan efisiensi tinggi di area tersebut.
Pilihan yang saya sarankan:
1. Bass Reflex (paling aman untuk rumahan)
Volume bersih: 120–150 liter
Tuning: 48–55 Hz
Port cukup besar agar tidak ngeses.
Karakter:
Kick drum 60–80 Hz keluar.
Dut kendang 80–120 Hz jelas.
Masih ada bass bawah untuk lagu modern.
2. 4th Order Bandpass (jika ingin "dut" lebih menonjol)
Chamber sealed: 35–45 liter
Chamber port: 80–110 liter
Tuning chamber port: 55–60 Hz
Karakter:
Kendang dan kick lebih menonjol.
Efisiensi tinggi.
Cocok dangdut, koplo, organ tunggal.
3. Mini Scoop (jika ingin pukulan dada)
Mulut scoop tidak terlalu kecil.
Jalur horn pendek.
Karakter:
Kick sangat terasa.
Kendang terdengar hidup.
Cocok untuk teras rumah dan halaman.
Yang kurang saya sarankan
Tuning di bawah 45 Hz.
Port terlalu panjang.
Box SPL yang fokus 35–45 Hz.
Karena hasilnya biasanya:
Bass bawah besar.
Tapi pukulan 60–120 Hz melemah.
Kick drum dan dut kendang jadi kurang terasa.
Berdasarkan diskusi kita sebelumnya, Anda beberapa kali mengatakan ingin "bass bulat bertenaga untuk rumahan/teras", bukan SPL lapangan. Untuk tujuan itu saya lebih condong ke:
Bass reflex 130–140 liter bersih, tuning 50–52 Hz.
Di tuning tersebut biasanya:
50–60 Hz = bass dasar masih ada.
70–90 Hz = kick drum hidup.
90–120 Hz = dut kendang keluar.
Speaker Embassy 844 juga tidak terlalu dipaksa bekerja di frekuensi yang sangat rendah.
Kalau Anda berikan spesifikasi lengkap Embassy 844 yang dipakai (impedansi, daya, atau foto labelnya), saya bisa hitungkan ukuran box dan port yang lebih presisi untuk mengejar karakter kick + dut tersebut.
Yang Anda maksud Embassy ES-844 memang speaker/subwoofer 8 inci, bukan 15 inci. Dari beberapa listing produk, ES-844 disebut sebagai subwoofer 8 inci double coil. �
Blibli + 1
Kalau untuk Embassy ES-844 8 inci dan target Anda adalah:
Kick drum jelas
Dut kendang keluar
Dipakai rumahan/teras
Bukan SPL lapangan
Maka saya sarankan:
Bass Reflex
Volume bersih: 22–30 liter
Tuning: 50–55 Hz
Port jangan terlalu kecil.
Karakter:
Kick drum 60–90 Hz lebih hidup.
Dut kendang 80–120 Hz tetap keluar.
Bass bawah masih ada, tetapi tidak berlebihan.
Jangan mengejar tuning terlalu rendah
Misalnya:
35 Hz
40 Hz
Port terlalu panjang
Karena speaker 8 inci umumnya cepat kehilangan tenaga di area 80–120 Hz jika box terlalu fokus ke bass bawah.
Untuk karakter dangdut
Saya lebih suka:
Volume sekitar 25 liter
Tuning sekitar 52 Hz
Biasanya hasilnya:
Kick drum terasa "duk"
Kendang "dut" lebih jelas
Vokal tidak ketutup bass
Kalau Anda kasih ukuran box yang sekarang (P × L × T dan ukuran port), saya bisa hitungkan apakah box Anda sekarang sudah mengarah ke karakter kick + dut atau masih terlalu fokus ke bass rendah.
Untuk Embassy ES-844 (8 inci) dengan target kick drum dan dut kendang yang jelas, saya akan membuat box bass reflex yang tidak terlalu besar dan tuning sekitar 52 Hz.
Ukuran Box (MDF/triplek 15 mm)
Ukuran luar:
Tinggi: 40 cm
Lebar: 30 cm
Dalam: 30 cm
Volume bersih setelah dikurangi speaker dan port sekitar 25–27 liter.
Port Slot Depan
Lebar: 26 cm
Tinggi: 3 cm
Panjang: 18 cm
Port ditempatkan di bawah speaker.
Sketsa depan:
Plain text
+------------------+
| |
| 8" SPK |
| |
|------------------|
| |
| PORT |
| 26x3 cm |
+------------------+
Sketsa samping:
Plain text
+------------------+
| |
| Speaker |
| |
|------------------|
|<--18 cm--------->|
| Port |
+------------------+
Perkiraan karakter:
Tuning ≈ 52–55 Hz
Kick drum (60–90 Hz) kuat.
Dut kendang (80–120 Hz) jelas.
Masih ada bass bawah untuk musik modern.
Cocok untuk TPA3116 dan penggunaan rumahan/teras.
Alternatif jika ingin dut lebih keras
Perbesar sedikit box:
45 × 30 × 30 cm (ukuran luar)
Port 26 × 3 cm
Panjang port 20 cm
Volume bersih sekitar 30 liter.
Karakter:
Sedikit lebih kuat di 70–100 Hz.
Dangdut dan koplo lebih hidup.
Masih aman untuk speaker 8 inci.
Menurut pengalaman saya dengan box 8 inci untuk dangdut, hasil biasanya lebih memuaskan jika tuning berada di 50–55 Hz daripada 40–45 Hz, karena area kick dan kendang tidak ikut tenggelam.
Apakah bok ini cocok dengan speaker elsound 8inc?
Bisa cocok, tetapi saya perlu tahu tipe Elsound 8 inci yang mana dulu.
Karena "Elsound 8 inci" ada yang:
Subwoofer (Fs sekitar 40–50 Hz)
Midbass (Fs sekitar 60–80 Hz)
Speaker fullrange
Box yang saya gambar tadi:
Volume bersih ±25–27 liter
Tuning ±52–55 Hz
Karakter box tersebut cocok untuk speaker 8 inci yang memang ditujukan sebagai midbass atau subwoofer ringan dengan target:
Dangdut
Koplo
Remix
Kick drum
Dut kendang
Kalau speaker Elsound Anda tipe yang umum dijual untuk audio rumahan (magnet 80–100 mm, voice coil 1,5–2 inci), biasanya box itu masih masuk dan hasilnya cukup enak.
Namun jika Elsound yang Anda punya memiliki:
Qts tinggi (>0,7)
Fs tinggi (>60 Hz)
Maka saya akan mengecilkan box menjadi sekitar 18–22 liter agar pukulan kick lebih padat.
Kalau bisa kirim:
Foto depan speaker.
Foto belakang magnet dan stiker spesifikasi.
Diameter magnet.
Nanti saya bisa bilang dengan lebih pasti:
Apakah box 25 liter tuning 52 Hz cocok.
Atau perlu diubah menjadi 20 liter, 30 liter, atau tuning lain supaya kick drum dan dut kendang lebih mantap.
8 inci
Magnet 100 × 20 mm
Voice coil 26 mm
SPL 94 dB
Respon frekuensi 50 Hz – 8,7 kHz
Daya 150 W (kemungkinan daya puncak)
Ini memang speaker kelas ekonomis, lebih dekat ke midbass/fullrange 8 inci daripada subwoofer murni.
Jadi menurut saya box yang saya gambar sebelumnya (25–27 liter tuning 52–55 Hz) masih bisa dipakai, tetapi belum tentu paling optimal.
Untuk karakter yang Anda cari (kick drum + dut kendang), saya malah lebih suka:
Box Reflex yang lebih kecil
Ukuran luar (triplek 15 mm):
Tinggi 38 cm
Lebar 28 cm
Dalam 25 cm
Volume bersih sekitar 18–20 liter.
Port Slot
Lebar 24 cm
Tinggi 3 cm
Panjang 12 cm
Tuning sekitar 58–60 Hz.
Hasilnya:
Kick drum 70–100 Hz lebih keras.
Dut kendang 80–120 Hz lebih jelas.
Cocok untuk dangdut, koplo, organ tunggal.
Lebih sesuai dengan kemampuan speaker Elsound Yellow Series ini.
Kalau dibuat box 30 liter lebih dan tuning rendah 45–50 Hz, speaker ini biasanya malah terdengar agak "ngambang" karena kemampuan bass bawahnya memang terbatas.
Untuk speaker Elsound ini saya lebih memilih: "menang di pukulan" daripada "mengejar bass dalam".
Kalau pakainya TPA3116 dan MT21 seperti yang pernah Anda ceritakan, box sekitar 20 liter tuning 58 Hz biasanya akan terdengar lebih hidup daripada box besar 30 liter. Terutama saat memutar kendang koplo dan kick drum.
Buatkan gambar skema nya
Komentar
Posting Komentar